sepotong pemikiran dalam kata pernikahan
benernya hanya ingin berbagi dan bertanya, salah satu pekerjaan gue sekarang, menjual jasa foto bagi pasangan yang hendak menikah. setelah gue lihat2 lagi, sebagian dari client yang gue foto adalah pasangan yang di mata gue sudah terlihat matang, sedangkan sebagian lagi masih sangat muda. bahagia? jelas, kebahagiaan itu tersirat di wajah mereka baik dalam foto2 pre-wed, maupun dokumentasi acara adat dan resepsi mereka. apakah mereka semua bahagia sekarang? gue doakan selalu.setahun yang lalu, salah seorang karyawan (L) menyatakan keinginannya untuk menikah dan minta cuti. dia masih sangat muda (19 tahun), enerjik, dan menjadi salah satu favorit para pelanggan yang berkunjung karena ia bertampang rupawan. ia akan menikahi seorang wanita yang berusia lebih tua darinya. padahal sebelumnya, ia sempat mengutarakan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. dan melihat kemampuannya, gue setuju untuk membantu membiayai uang kuliah. sejak ia menikah, harapan itu harus dikubur karena ia dan istrinya membanting tulang untuk dapat mencicil rumah di ujung kota bandung.
dua hari yang lalu, ia meminta cuti untuk menemani istrinya yang baru saja dioperasi caesar karena posisi anaknya yang terbalik sehingga tak mungkin untuk dilahirkan secara alami. kemarin, ia meminta bantuan pinjaman uang karena jika ia harus menggadaikan motor, tebusannya sangat mahal baginya (bunga 30%), seluruh tabungannya terkuras habis, dan mertuanya terpaksa harus menjual tanah keluarga. gue kabulkan keduanya. tapi berapa ada banyak pasangan di luar sana yang mengalami nasib yang sama, bahkan lebih sulit?
keuangan yang pas-pasan, beban hidup yang semakin berat, dan banyaknya mulut yang harus diberi makan? ketika salah satu anggota keluarga jatuh sakit, maka keadaan keuangan tergoncang, tanpa ada yang bisa membantu?
karyawan gue yang lain, mengalami musibah yang sulit disembuhkan. pagi itu, istrinya sedang menggendong anaknya yang baru berusia 7 bulan untuk berjalan-jalan menikmati matahari pagi, tanpa menyadari tepat di balik tikungan jalan yang berada di belakangnya, dua buah sepeda motor melaju kencang hanya untuk menentukan siapa yang tercepat. sepeda motor itu dipacu sedemikian kencangnya, dalam keadaan setengah mabuk, tanpa menyadari perbedaan antara jalan raya dan trotoar. tabrakan tidak dapat dihindari, istrinya terjatuh sambil berusaha melindungi kepala anaknya, insting seorang ibu.
istrinya terluka cukup parah pada lengan yang melindungi kepala sang anak, sedangkan anaknya tak tertolong karena kepalanya terbentur terlalu keras saat jatuh. gue langsung mengambil uang yang tersedia, pergi ke rumah sakit untuk menengok keadaan mereka. menemukan bahwa si pelaku berusaha melarikan diri, untuk bersembunyi di rumahnya. ayahnya datang untuk meminta maaf atas perbuatan anaknya dan menawarkan bantuan keuangan kepada mereka. ia dimaafkan, walaupun sampai hari ini, setiap sabtu malam, masih banyak motor2 yang dipicu kencang oleh mereka, di jalanan yang digunakan bersama, tanpa menyadari bahwa siapa saja bisa meninggal akibat kesenangan yang tidak pada tempatnya.
hingga saat ini, istrinya masih trauma untuk menyeberang jalan, untungnya suaminya adalah seorang yang penyabar, ceria dan dicintai semua orang. mereka berjuang untuk pulih, walaupun luka itu mungkin tidak akan pernah sembuh.
minggu depan seorang karyawan gue yang lain cuti untuk menikah.
ada kontradiksi dalam diri gue, padahal yang harus gue lakukan sekarang; menjual jasa untuk membekukan kenangan yang tak terlupakan dari indahnya sebuah ikatan cinta.. dengan kesadaran (?) bahwa di belakang semuanya, terbentang dataran luas yang kelam dan tandus. begitu banyak kesempatan bagi 'si perusak', yang tak diundang, untuk datang dan menghapus kebahagiaan itu. HELP!
15 Comments:
okay... this is gonna sound bad but im havin a tough time readin all of what youve written. i know theres somethin about... takin a vacation for a wedding. and help ? lol. um. *nods*
wah, post mu hari ini depressing :)
yah, paling gak, kamu memberi mereka memori untuk diliat2 lagi kapan2 pas lagi dirundung malang.
I have a quiet same thought.
Kenapa orang-orang harus berakhir pada something yang disebut pernikahan sih??!!
*bete*
Stigma umum yang bikin jengkel lama-lama.
"Tik, kapan lulus? Trus nikah? Tuh udah diduluin si Anu. Si Itu juga dah punya anak loh.."
Truss??
Emang kalo gak nikah tuh bisa cepet mati ya??
Hehehe..
Sori, kok jadi ngomel..
Gw tau kalo nikah tuh sunnah.
Tapi menurut gw (di usia produktif gq skarng..) nikah cuma bakal jadi penghambat dan pembawa sekian masalah baru..
Apa kata orang deh..
*siul siul..*
hahahaha....tika2....
klo gw apa yah...ya nasib org beda2 sih ya...jd jgn ambil patokan 1 cerita keluarga trus digeneralisasikan jadi umum utk patokan pernikahan. bencana tidak dpt ditolak, tp kan tetap saja harus terus ehm..koq jadi religius...hahaha...
@lastlifeinmyuniverse
lol.. excuse my english pls.. im not a good writer,and i dont use english most of my time.. :-S
@mina: iya niiih.. agak sedikit depresi :(
@tikabanget: lol tika semangat amat ya!?
emang begitulah.. apalagi kalo jadi wanita ya? sepertinya tuntutan itu nggak ada habis2nya
semua temen2 (terutama cewek) juga mengalami hal yg sama, padahal pada lagi bersemangat menapak karir
mendingan cuek bebek aja kayak tika X)
@devi
emang siiih, berat sebelah karena gue nggak mengambil cerita temen2 gue yang berbahagia dengan pasangannya, ngemongin (gendong?) anak(2)nya, nggak ada kesulitan keuangan..rumah dan mobil hibah dari ortu dan mertua :D
apa sebaiknya gue cepet2 nikah aja ya? :-?
bencana tidak dpt ditolak
yaaa.. ini yg ditakutkan..
bencana yang nggak teratasi
tx ya, buat smua :)
no its fine. i just wished my indonesians better. bah. um. this is beneficial for me though. i need to be practising my indonesian anyway.
so.. yea.. lol
wait a minute.. are u indonesian!? i think ur born n raised in singapore? :-?
and why u should practising your indonesian??
yes becoz she dont fluently in endonesa tho yaa..
hehehe..
*norak banget sih gw..*
.. tapi.. kan.. iya siiih.. tapi..
*nggak bisa berkata-kata* :|
hi hengky, aku seh setuju sama devi, emang sedih ya kalo ngeliat 'sisi gelap' dibalik sebuah foto pernikahan yg 'penuh kebahagian dan harapan' ga rela aja rasanya. tapi ya itulah hidup ga selamanya ketawa terus...hehe klise ya! yah, paling enggak di saat krisis rumah tangga, wedding photos mereka bisa menghibur dan memberi semangat lagi, so paling ga karya dikau udah jadi berkat indah tersendiri buat mereka ya kan ;) so cheer up! duh, kasian banget ya karyawan km yg kena musibah itu.
silakan di link aja heng, btw udah aku link balik tuh :)
tx ya.. hidup emang seperti roda, kadang di atas dan kadang di bawah, gue seringkali lupa.. mungkin karena terlalu fokus ke bawah :p
sehelai foto bisa jadi satu bukti bahwa sesuatu pernah terjadi..
Kalo dalam konteks ini, bukti bahwa mereka *pernah* bahagia..
Kalo pun skr kenyataan nya jauh berbeda, *idealisnya* foto itu menjadi teguran buat mereka..
Hehe tapi then again, kita hidup di dunia yang jauh dari ideal^^"
btw, good luck yachh:)
nice..
gue juga pernah punya harapan kalau foto itu bisa jadi bukti bahwa mereka bisa melewati semua rintangan karena mereka pernah bisa 'mengawali'
yah.. semoga semakin dekat dengan ideal ya? :D
Post a Comment
<< Home